Geger Database Staf ULM Kebobolan, Ini Penjelasan Rektorat
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Data Staf Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) diduga telah diretas.
Unggahan tersebut pertama kali di publikasikan oleh akun @Madaya pada Senin (2/1/2023). Terlihat unggahan pada sebuah situs online yang kerap menjadi wadah jual beli data, yakni BreachForums, memperlihatkan data berjudul "Lambung Mangkurat Employee Data" yang memuat 318 data pribadi staff ULM yang berhasil diretas.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT PTIK) ULM, Radityo Adi Nugroho menerangkan bahwa database yang diretas bukan berasal dari website yang dikelola oleh UPT PTIK.
"Kami hanya mengelola server simari, e-learning, repositori Dosen, sitendik, dan sebagainya," terangnya.
Ia menilai bahwa sistem keamanan yang digunakan oleh pihak ULM cukup rentan untuk diretas oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab.
"Sebagian besar situs yang di miliki ULM berbasis wordpress. Kelemahan wordpress ini biasanya ditemukan lewat plugin yang ditambahkan ke dalam situs yang digunakan. Kemudian dimanfaatkan oleh hacker untuk mengambil data," jelas Radityo.
Ade Adriani, Wakil Dekan II FEB ULM yang merupakan salah satu korban dari perkara ini menyuarakan kerisauannya. Pasalnya, sebagian data yang tersebar dapat menjadi konsumsi publik.
"Saya menyayangkan adanya kasus kebocoran data yang diperjualbelikan oleh BreachForum, saya merasa hal ini sangat merugikan pihak-pihak yang terdampak," tuturnya.
Diakuinya, akibat data yang bocor menyebabkan nomor teleponnya tersebar sehingga banyak oknum-oknum yang gencar melakukan penawaran-penawaran online.
"Setelah nomor telepon saya tersebar, banyak penawaran mobil, pinjaman online, bahkan penipuan, padahal sebelumnya tidak pernah terjadi," ujarnya.
Usai mengetahui kasus tersebut, Humas Rektorat mengambil tindakan penanggulangan, Andhika mengaku telah berusaha melacak sumber database yang digunakan.
"Jika dilihat berdasarkan sample data yang diunggah melaluo BreachForums, ada beberapa data laporan pertanggungjawaban kegiatan. Kemungkinan besar peretas mendapatkan subdomain yang memuat data tersebut," jelasnya.