Skor 1-0 untuk tim berjuluk Singa Atlas menutup jalannya paruh pertama.

Usai turun minum, Diogo Costa membuat penyelamatan bagus untuk menghalau set-piece Maroko.

Ziyech melepaskan bola lambung dari sayap kanan, El Yamiq menanduk bola dari depan gawang yang ditangkal Diogo Costa.

Menit ke-58, sebuah umpan dari sayap kanan menemui Goncalo Ramos di kotak penalti.

Ramos melepaskan sundulan, tapi bola hanya melebar tipis. Lima menit kemudian, sepakan Bruno Fernandes dari dekat area melambung.

Meski pradingan sudah berjalan 70 menit lebih, serangan-serangan Portugal masih buntu. Pada 10 menit terakhir, sodoran Ronaldo kepada Joao Felix diteruskan dengan tembakan keras kaki kiri.

Bola melesat ke arah sudut atas gawang Maroko tapi Bounou terbang untuk menepis.

Portugal mulai kehabisan waktu, karena Maroko mengerahkan hampir seluruh pemainnya untuk bertahan.

Maroko hampir saja mengubur Portugal. Sebuah skema serangan balik membebaskan Walid Cheddira.

Tapi sepakannya dari dalam kotak penalti cuma melebar.

Setelahnya Portugal gagal memaksimalkan peluang usai tembakan Ronaldo diselamatkan Bounou.

Delapan menit injury time. Maroko kehilangan Cheddira karena diganjar kartu juning kedua, menyusul tekelnya terhadap Joao Felix.

Meski dengan minus pemain, hingga peluit panjang dibunyikan sang pengadil lapangan hijau, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Maroko, sekaligus mencatat sejarah sebagai wakil Afrika diperhelatan empat tahunan masuk babak semifinal. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi