Namun dr Izzak belum membeberkan penyebab imbalance elektrolit berat ini bisa terjadi pada pasien lantaran pemeriksaan belum sampai ke tahap itu. 

"Yang jelas kalau sudah imbalance, defisit (berkurang) kita harus melakukan koreksi, koreksinya belum selesai, sudah ada penolakan", sambungnya. 

Terkait viralnya kasus ini, dia mengatakan tidak ada dugaan malapraktik dalam kasus ini, karena pihaknya sudah bekerja sesuai SOP.

Semua, lanjutnya, dikerjakan berdasarkan persetujuan keluarga pasien dan ada buktinya.

"Kami bekerja sesuai sistem, terkoordinir tidak hanya diputuskan satu dokter tapi tim," tutup Izzak. 

Sementara itu, ibu pasien menolak berbicara saat ditemui karena masih berduka dan terus menangis karena kematian sang anak. (berbagai sumber)

Editor: Yayu