Setelah diperiksa penyebabnya dan dari pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa pasien mengalami imbalance elektrolit berat (parah) khususnya untuk natrium. 

Pasien disebut mengalami hiponatremia di bawah 120 dan ini termasuk kategori parah.

Konferensi pers RSUD Ulin menanggapi kasus viral balita Farra (1,5 tahun) meninggal dunia usai dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (8/12/2022). Foto: wartabanjar.com/Tius

Normalnya, lanjutnya, natrium pada seseorang harus di atas 135.

"Karena sudah terlalu rendah, harus dinormalkan dengan pemberian NaCl. Sederhananya ini adalah garam fisiologis, yang juga biasa diberikan pada pasien dengan kondisi syok pada diare berat hingga demam berdarah," jelasnya. 

Untuk memberikan NaCl ini, prosedur medis yang dilakukan adalah dengan dilakukan koreksi, dimasukan cairan infus dan lain-lain. 

Saat harus melakukan serangkaian proses ini, keluarga pasien kabarnya menolak prosedur tersebut.

"Dengan asumsi yang dibuat oleh mereka, termasuk identifikasi zat yang kami masukkan ke tubuh pasien," tambah dr Izzak. 

Ibu pasien menyebut bahwa natrium yang diberikan ke anaknya adalah cairan garam. 

Terkait ini, dokter Izhak mengoreksi hal tersebut dengan mengatakan istilah medis tidak bisa diartikan mengikuti pengertian dalam bahasa umum. 

"Karena dalam masa perjalanannya (perawatan) ada penolakan-penolakan dari keluarga pasien, otomatis kondisi pasien akan semakin parah. Sampai pasien mengalami syok, solusi atau tindakan satu-satunya adalah hanya dengan dipasangi infus," lanjutnya. 

Namun mencari pembuluh darah dengan kondisi pasien sudah collapse akibat reaksi sebelumnya, tentu sangat sulit sehingga mau tak mau dokter harus melakukan tindakan venaseksi, atau pembedahan gawat darurat untuk mendapatkan akses pembuluh darah. 

Dia mengatakan prosedur ini dilakukan atas persetujuan keluarga pasien. 

Namun setelahnya, pasien tetap tak membaik sehingga tindakan lanjutannya adalah dilakukan pemasangan inkubasi (alat bantu bernafas dengan mesin). 

Tubuh pasien terus menolak tindakan medis yang dilakukan dan akhirnya meninggal dunia.

Dari apa yang dialami pasien, indikasinya dia mengalami gangguan pada otak akibat kejang serta imbalance elektrolit berat.