Polisi Selidiki Kasus Penipuan Mengaku Kurir Ekspedisi di Kota Banjarmasin, Begini Curhat Korban
"Cara kejahatan ini kan diduga lewat link atau pdf dan sejenisnya yang dikirim ke HP korban. Ketika korban terpancing mengeklik, HP-nya otomatis termonitor. Berdasarkan kasus yang dilaporkan ini, memang dugaannya korban sebelumnya melakukan transaksi di Brimo," papar Thomas.
"Kalau terlanjur mengeklik tautan yang sudah dicurigai atau dianggap membahayakan pengguna, dia bisa langsung mengatur ulang HP tersebut," lanjutnya.
Sementara itu, saat dihubungi wartabanjar.com, korban bernama Rahmah Ammah mengaku mengalami kerugian sekitar Rp35 juta akibat kejadian tersebut.
Selain melaporkan ke polisi, Rahmah juga melaporkannya ke bank BRI di Kota Banjarmasin.
Namun, saat melaporkan hal tersebut, dia tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari pihak bank BRI.
"Pas saya lapor ke Bank BRI, malah dijawab bagian costumer service (CS) 'Ibu ini kemungkinan kena tipu, kalau kena tipu ini, kemungkinan bisa tidak kembali uangnya'," tutur Rahmah.
"Saya kecewa saja, masa langsung dijawab seperti itu. Setidaknya 'kan ada upaya untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, 'kan itu gunanya ada layanan laporan. Apakah pertahanan dan keamanan aplikasi Brimonya lemah sehingga bisa dibobol oleh pelaku?" lanjutnya.
Rahmah menuturkan, mungkin memang dia tidak sengaja membuka atau mengeklik tautan atau berkas yang dikirimkan oleh pelaku, tapi ini ia melakukannya karena mengira barang pesanannyalah yang sampai.
"Karena 'kan saya juga jualan online, jadi saya kira itu barang saya yang datang," tutur Rahmah.
Ia berharap, pihak kepolisian bisa segera menindaklanjuti kejadian tersebut, agar pelaku bisa segera dihukum dan tidak ada lagi korban yang lainnya.
"Yang pastinya uang saya bisa kembali, karena memang itu uang titipan orang untuk membeli barang. Jadi saya berharap besar bisa kembali," pungkasnya. (Qyu)
Editor: Yayu