Sesampai di Madinah dia bertemu dengan seorang yang sedang tidur-tiduran di bawah pohon Kurma, dia hampiri dan bertanya, bapak tahu di mana khalifah Umar bin Khattab?
Dijawab orang tersebut, ya saya tahu, Di mana Istananya? Istananya di atas lumpur, pengawalnya yatim piatu, janda-janda tua, orang miskin dan orang tidak mampu.
Pakaian kebesarannya malu dan taqwa. Si Yahudi tadi malah bingung dan lalu bertanya sekarang orangnya dimana pak? Ya di hadapan tuan sekarang.
Gemetar Yahudi ini keringat bercucuran, dia tidak menyangka bahwa di depannya adalah seorang khalifah yang sangat jauh berbeda dengan gubernurnya di Mesir.
Sayiddina umar bertanya, kamu dari mana dan apa keperluanmu?
Yahudi itu cerita panjang lebar tentang kelakuan Gubernur Amr bin Ash yang akan menggusur gubuk reotnya di Mesir sana.
Setelah mendengar ceritanya panjang lebar, Sayyidina Umar menyuruh Yahudi tersebut mengambil sepotong tulang unta dari tempat sampah didekat situ.
Lalu diambil pedangnya kemudian digariskan tulang tersebut lurus dengan ujung pedangnya, dan disuruhnya yahudi itu untuk memberikannya kepada Gubernur Amr bin Ash.
Makin bingung si yahudi ini dan dia menuruti perintah Khalifah Sayyidina Umar tersebut.
Sesampai di Mesir, Yahudi inipun langsung menyampaikan pesan sayyidina Umar dengan memberikan sepotong tulang tadi kepada Gubernur Amr bin Ash.
Begitu dikasih tulang, Amr bin Ash melihat ada garis lurus dengan ujung pedang, gemeter dan badannya keluar keringat dingin lalu dia langsung menyuruh kepala proyek untuk membatalkan penggusuran gubuk yahudi tadi.







