SMPN 14 Banjarmasin Langganan Banjir Setiap Tahun

Nasib Adik Kakak Pencuri Pakaian di Saka Permai
 
“Itu sudah sekitar 20 centimeter yang kita lakukan peninggian di halaman bagian depan dulu dan itu di evaluasi juga berapa ketinggian yang pas,” ungkap Nuryadi, Kamis (1/12/2022).
 
Tak hanya itu, pihaknya pun menyoroti drainase atau saluran air yang ada SMPN 14 Banjarmasin. Untuk memastikan agar tidak ada yang tersumbat hingga menyebabkan air banjir lambat turun.
 
Yang mana, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, meminta untuk mengecek ke lokasi langsung agar memastikan keadaan saluran sungai.
 
“Ya percuma kalau ditinggikan ternyata persoalannya ada di saluran air,” jelasnya.

Selain SMPN 14 Banjarmasin, Ia juga telah menerima laporan sebanyak 18 sekolah yang terendam banjir.

“Terbanyak itu SD ada sekitar 15 sisanya SMP yang mana memang sekolah yang dilaporkan itu rawan terdampak banjir,” bebernya.
 
Sekolah yang dilaporkan terendam banjir diantaranya SMPN 22 Banjarmasin, SMPN 11 Banjarmasin, dan SMPN 14 Banjarmasin. Sedangkan SD itu ada SDN Pengambangan 10, SDN yang berada di wilayah Pekapuran dan lainnya.

Bahkan dari belasan sekolah itu, Nuryadi menerangkan, ada sekolah yang terendam banjir cukup tinggi hingga genangan air masuk ke ruang kelas.

Hal itu cukup berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Belum lagi ada kekhawatiran lainnya, misalnya ada binatang berbahaya yang masuk ataupun penyakit kulit yang bisa menyerang siswa.
 
“Kami himbau sekolah untuk mengantisipasi apapun dari hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi,” terangnya.
 
Mengenai antisipasi dan lainnya, sepenuhnya pihaknya menyerahkan kepada pihak sekolah yang mengelola.
 
Pihaknya juga menyarankan, apabila proses belajar tak memungkinkan saat banjir, maka bisa dialihkan sementara dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah kepada siswa.
 
“Tapi kalau bisa mengatasi ya tetap tatap muka saja pembelajarannya,” pungkasnya. (est)

Editor Restu