WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Komisi III DPRD Kota Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas Banjarmasin Recycle Center atau BRC Basirih, untuk meninjau langsung proses pengelolaan sampah di lokasi tersebut, Kamis (7/5).

Dalam kunjungan itu, rombongan dewan melihat tahapan pengolahan sampah mulai dari pemilahan, pencacahan, hingga proses akhir pengolahan menggunakan mesin yang tersedia di fasilitas tersebut.

Hasil pemantauan menunjukkan kapasitas pengolahan di BRC dinilai masih jauh dari kebutuhan penanganan sampah Kota Banjarmasin.

Saat ini, fasilitas tersebut hanya mampu mengolah sekitar 10 ton sampah per hari menggunakan dua mesin operasional. Bahkan, pada saat sidak berlangsung, hanya satu mesin yang berfungsi karena satu lainnya sedang dalam perbaikan, sehingga kapasitas pengolahan turun menjadi sekitar 5 ton per hari.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius, mengingat volume sampah di Kota Banjarmasin terus meningkat setiap harinya.

Ia mengatakan, agar pengolahan sampah lebih efektif, diperlukan tambahan mesin dan tenaga kerja sehingga kapasitas pengolahan bisa meningkat hingga minimal 40 ton per hari.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah di BRC. Saat ini kapasitasnya masih terbatas, apalagi satu mesin sedang rusak sehingga hanya mampu mengolah sekitar 5 ton per hari," ujar Ridho.

"Ke depan kami akan berkoordinasi dengan DLH agar ada penambahan mesin sehingga pengolahan sampah bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola BRC sekaligus Direktur Utama PD PALD Banjarmasin, Endani mengapresiasi kunjungan Komisi III ke fasilitas tersebut.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pengolahan memang membutuhkan dukungan tambahan alat dan sumber daya manusia.

“Selama ini kapasitas maksimal kami sekitar 10 ton per hari. Kalau ingin lebih optimal tentu perlu tambahan mesin dan peningkatan tenaga kerja,” katanya.

Saat ini, produksi sampah di Kota Banjarmasin diperkirakan mencapai 490 hingga 600 ton setiap hari.

Karena itu, keberadaan BRC diharapkan dapat menjadi salah satu solusi penting dalam membantu mengurangi beban penanganan sampah di kota tersebut. (wartabanjar.com/iqnatius/*)

Editor Restu