TERUNGKAP! Karyawati Koperasi Dibegal di Kebun Sawit Pelaihari Ternyata Berbohong, Ini Faktanya
“Ternyata uangnya tidak pas kurang 1.250.000., dikarenakan kurang dia panik, mereka berdua merekayasa seolah-olah dibegal dan tidak bertanggung jawab lagi atas uang yang hilang tersebut,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Kapolsek Pelaihari mengimbau kepada warga Kecamatan Pelaihari dan Bajuin apa bila mendengar suatu informasi yang belum tentu kebenarannya jangan langsung disebarluaskan.
Ia juga meminta kepada ketua lingkungan aktif dengan ketua bhabinkamtibmas atau babinsa dilingkungan desa.
Baca juga: Pasal Penghinaan Dihapus, Pidana Pasangan Kumpul Kebo Dipertahankan
“Ceritakan apapun kerawanan yang terjadi, kami siap melakukan patroli untuk mewujudkan kamtibmas diwilayahnya, apa lagi malam hari,” tegas Kapolsek.
Sementara itu, didampingi orang tuanya, Eriska meminta maaf kepada pihak kepolisian dan seluruh masyarakat Tala atas perbuatan yang sudah dilakukannya sehingga membuat heboh dan resah masyarakat.
“Saya menyesal dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ucapnya.
Senada, Salman selaku pemberi kesaksian palsu juga menyesali perbuatanya, ia mengaku melakukan hal itu lantaran kasian kepada Eriska.
“Saya atas nama Salman meminta ampun maaf kepada pihak kepolisian dan seluruh masyarakat Tanah Laut, disini saya sangat menyesal,” kata dia lagi.
Sebelumnya diberitakan, seorang wanita hanya bisa menangis usai jadi korban begal di Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Senin (21/11) siang.
Wanita tersebut mengaku jadi korban begal yang merampas tas beserta isinya di area jalan PTP XIII jalan kebun sawit.
Diketahui korban perampokan bernama Eriska Amelia Sari, warga Jalan Perintis Tengah RT 29 Pelaihari, yang akan melakukan penagihan uang Koperasi Mitra Dhuafa Komida.
Korban mengaku dibegal oleh dua orang pelaku sambil berboncengan sepeda motor mengikuti korban dari arah belakang dan mendekati sepeda motor korban kemudian memintanya untuk berhenti. (dyn)
Editor: Erna Djedi