Bejat! Pria Beristri di Seruyan Goyang Berkali-kali Pelajar SD, Terungkap Saat Minta ke Orangtua Korban untuk Dinikahkan
WARTABANJAR.COM, KUALA PEMBUANG - Kelakuan pria inisial S warga Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah ini, memang bejat.
Ia tega menggauli bocah di bawah umur yang masih SD, berusia 12 tahun. Aksinya itu dilakukannya berulang-ulang.
Bejatnya, bocah tersebut ternyata masih ada hubungan keluarga dan dititipkan orangtuanya ke S.
Lebih bejat lagi, seakan tanpa rasa berdosa, S mengirim pesan suara kepada ayah korban untuk menikahi korban dengan alasan sudah sering melakukan hubungan badan.
S pun kemudian Tim Macan Kumbang Satreskrim Polres Seruyan, Polda Kalteng Selasa (11/10/2022) pukul 19.30 WIB.
Adapun korban pencabulan sebut saja Bunga (nama samaran ) seorang pelajar SD yang masih berumur 12 Tahun warga Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Kapolres Seruyan AKBP Gatot Istanto S.I.K, melalui Kasatreskrim Polres Seruyan Iptu I Wayan Wiratmaya Swetha, S.T.K., S.I.K. mengatakan, terduga pelaku ditangkap atas laporan dari ayah korban.
”Terduga pelaku ditangkap di rumahnya setelah dilaporkan orangtua korban," ungkap Kasat.
Dijelaskannya, kejadian ini terungkap berawal dari pelaku mengirimkan pesan suara melalui WhatsApp kepada ayah korban yang berisikan ingin menikahi korban dan mengakui bahwa telah menyetubuhinya.
Kemudian, ayah korban menanyakan ke korban terkait pesan suara yang dikirimkan dan korban mengakui telah disetubuhi oleh pelaku kurang lebih dua bulan sejak akhir Juli sampai dengan awal September 2022 hampir tiap hari.
Setelah mengetahui hal tersebut, ayah korban belum berani untuk melaporkanya dikarenakan merasa diancam oleh pelaku.
Setelah koordinasi dengan keluarga, ayah korban akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Seruyan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kejadian tersebut bermula, saat korban dititipkan orangtuanya di rumah pelaku karena ayah korban bekerja di perusahaan sawit.
Pelaku yang masih ada hubungan keluarga dengan ayah korban, melancarkan aksinya, saat istri dan anaknya tidak ada di rumah.