Beredar Kabar Tsunami 20 Meter Intai Jakarta, BMKG Angkat Bicara

WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Beredar kabar bahwa gelombang tsunami setinggi 20 meter mengintai Jakarta.

Kabar itu kemudian dibantah oleh Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono Sutopawiro.

Katanya, berdasarkan pemodelan gelombang tsunami yang mungkin sampai DKI hanya setengah meter.

“0,5 meter, setengah meter saja,” kata Daryono tanpa merinci lebih lanjut pemodelan gelombang itu.

Mengutip berbagai sumber, Rabu (28/9/2022), sebelumnya, muncul pemberitaan yang menyebut potensi tsunami lebih dari 20 meter di Pulau Jawa namun belum dapat dipastikan kapan akan terjadi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/2/2022) lalu, sempat mengungkap empat sumber potensi gempa bumi dan tsunami di Selat Sunda.

Pertama, Zona Sumber Gempa Megathrust yang berstatus rawan gempa bumi dan tsunami.

Kedua, Zona Sesar Mentawai, Sesar Semangko, dan Sesar Ujung Kulon juga berstatus rawan gempa bumi dan tsunami.

Ketiga, Zona Graben Selat Sunda, berstatus rawan longsor dasar laut yang dapat membangkitkan tsunami.

Keempat, Gunung Anak Krakatau yang dapat memicu tsunami jika meletus.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa yang bersumber di Zona Megathrust Selat Sunda memiliki potensi kekuatan dengan Magnitudo 8,7.

“Berdasarkan penelitian dan pemodelan yang dilakukan BMKG, jika terjadi gempa yang bersumber di Zona Megathrust Selat Sunda, maka terdapat potensi gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 8,7,” katanya. (berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal