WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN –
Seluruh wilayah Indonesia berpotensi mengalami kejadian bencana, tanpa kecuali di Provinsi Kalimantan Selatan.
Bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, tanah longsor dan puting beliung, menjadi siklus bencana yang hampir terjadi setiap tahun.
Khusus karhutla pun, pada bulan Juni lalu pun Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor memimpin Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Halaman Kantor Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
Sekretaris Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar membuka Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2022 di Hotel Rodhita Banjarmasin.
Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel ini mengundang kepala pelaksana BPBD 13 kabupaten/kota.
Rapat ini ujar Roy hendaknya dapat dimaksimalkan semua pihak yang terlibat didalamnya, sehingga tersusun dokumen yang mampu menjawab kebutuhan diwilayah bencana.
Dokumen yang disusun, kiranya dapat menjadi pedoman dalam memaksimalisasi penanganan
bencana karhutla.
Roy tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pemerintah daerah kabupaten/kota, TNI dan Polri, serta berbagai unsur lapisan masyarakat, yang terus bekerja sama dalam mencegah dan menangani bencana di Kalsel.
Ia mengharapkan, rapat akan melahirkan perencanaan dokumen kontinjensi karhutla yang sempurna, serta memberikan jaminan kepada masyarakat untuk merasa aman dan terlindungi. (edj/mc)
Editor: Erna Djedi

