Sejumlah Traveller Peringatkan Bahayanya Berenang di Sungai Aare, Swiss, Tempat Hilangnya Eril Anak Ridwan Kamil
Ia juga mengatakan Sungai Aare berhaya.
"Sungai Aare sangat berbahaya. Jika anakmu belum pernah berenang di sungai sebelumnya, saya sangat tidak merekomendasikan untuk berenang! Terutama tidak di Bern," tulisnya.
"Setiap tahun kita membaca sejumlah orang tewas tenggelam atau terjadi kecelakaan pada perenang di Aare," katanya.
Akun lain tmynatt juga memperingatkan turis yang ingin berenang di sana.
"Ya itu terlihat menyenangkan (berenang di Sungai Aare). Tetapi kamu harus tahu cara keluar dari sungai sebelum kamu terbawa arus sampai ke bendungan," katanya.
Sepakat dengan Roland, akun B W juga menulis bahwa turis yang akan berenang di sana harus memiliki kemampuan berenang yang sangat baik.
Berenang di Sungai Aare juga perlu stamina tinggi.
"Saya beberapa kali dalam setahun berenang di Sungai Aare bila airnya cukup hangat. Kamu harus tahu cara berenang di level tertentu dan butuh stamina dan kekuatan tertentu tergantung lokasi di mana kamu masuk ke dalam air. Ini tentu bukan untuk pemula, tetapi selalu menggembirakan," tulisnya.

Hingga saat ini pencarian Eril masih terus dilakukan Kepolisian Swiss dan tim SAR.
KBRI Bern dan Kemlu Jakarta juga terus memantau pencarian tersebut.
Eril dikabarkan hilang terbawa arus Sungai Aare pada Kamis (26/5/2022) waktu setempat.
Kala itu, arus sungai memang cukup deras namun banyak orang yang juga berenang di sana.
Eril berenang bersama adik dan teman adiknya.
Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman D Hadad mengatakan adik Eril berhasil menyisir sungai tetapi Eril tidak. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal