WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Baru menjabat sekitar setahun sejak 8 September 2025 lalu, Purbaya Yudhi Sadewa dicopot sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo, Senin (14/0/2026).

Ia digantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya adalah Wakil Menkeu.

Apa reaksi keluarga terutama anak Purbaya seusai ayahnya tidak lagi menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan?

Sang anak, Yudo Achilles Sadewa mereaksi santai pencopotan ayahnya itu.

Bahkan, ia menyebut ayahnya kini bisa tidur santai.

"Guys, akhirnya bapak bisa tidur nyenyak, guys," tulis Yudho di akun Instagramnya, dikutip Selasa (15/9/2026) 

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo Ganti Purbaya, Profil Suahasil Nazara sang Menkeu Baru

Baca Juga: Tiket Pesawat Terancam Lebih Mahal, Harga Avtur Naik

Tak hanya itu, Yudo juga mengungkapkan Purbaya akan kembali menjadi trader.

"Jadi trader lagi guys, nggak jadi menteri lagi guys. Balik jadi trader," tulisnya lagi.

Sementara, seusai dilantik di Istana Negara, Suahasil Nazara mengaku ada arahan khusus dari Prabowo.

Ia diinstruksikan untuk memprioritaskan aspek kesehatan serta kredibilitas instrumen keuangan negara ke depan.

"Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil kepada pers.

Suahasil menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan fondasi penting yang harus mampu mendukung seluruh agenda prioritas pemerintah secara berkelanjutan. 

"Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," ucapnya.

Berdasarkan postur APBN 2026, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun dengan target pendapatan Rp3.153,6 triliun. 

Angka tersebut menghasilkan proyeksi defisit anggaran di kisaran Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Seluruh instrumen pembiayaan ini diarahkan untuk menopang program-program prioritas nasional.

Tantangan pengelolaan fiskal berlanjut pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. 

Dalam kerangka awal, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun, sementara pendapatan ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun dengan defisit direncanakan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen PDB.