WARTABANJAR.COM, BARABAI – Empat rumah warga Desa Murung Taal RT 05/RW 03, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ludes terbakar, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. 

Selain meluluh-lantakkan tiga rumah kayu dan satu rumah semipermanen.

“Empat bangunan terbakar 100 persen. Bangunan milik Basuni, Asmah dan Misbah berupa rumah kayu, sedangkan milik Saipul Rahman merupakan rumah semipermanen,” kata Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST Fitriadinor mengatakan empat bangunan yang terbakar masing-masing milik Basuni, Asmah, Misbah dan Saipul Rahman.

Kebakaran berdampak terhadap 8 kepala keluarga dengan total 15 jiwa. 

Baca juga: Heli Evakuasi Empat Jenazah Penumpang Kapal Virgo ke Lanud Sjamsudin Noor, Pencari Berlangsung 24 Jam

Baca juga: Pengemudi Ojek Online Tabalong Dibekali Pengetahuan Karhutla dan Diajak Jadi Mitra BPBD

“Dokumen milik penghuni juga ikut terbakar,” ujarnya.

Di antara warga yang terdampak terdapat anak-anak usia sekolah hingga balita. 

Basuni tercatat memiliki dua anak yang masih bersekolah dan seorang balita, sedangkan Misbah memiliki seorang anak yang masih duduk di taman kanak-kanak serta seorang balita.

Saipul Rahman juga memiliki anggota keluarga yang masih bersekolah di tingkat SMA. 

Penanganan kebakaran dilakukan petugas gabungan. TRC BPBD dan Damkar HST bersama TNI, Polri, PLN, BPK/PMK HST Balakar 654, Satpol PP HST, relawan, aparat desa dan masyarakat setempat berada di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

“Petugas bersama unsur terkait melakukan penanganan di lokasi sampai api berhasil dipadamkan. Kondisi terakhir api sudah dinyatakan padam 100 persen,” kata Fitriadinor.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Kebakaran di Murung Taal ini terjadi hanya sehari setelah kebakaran di Desa Birayang Timur, Kecamatan Batang Alai Selatan.

Pada Senin (14/9/2026), tiga rumah di wilayah tersebut juga terbakar hingga 100 persen.

Sebelumnya lagi, kebakaran besar terjadi di Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan, pada Kamis (10/9/2026). 

Peristiwa itu menghanguskan sembilan bangunan dan menyebabkan tiga bangunan lainnya terdampak.