Dia membeberkan bahwa tinggi hilal berdasarkan kriteria MABIMS, minimal 3 derajat dengan elongasi Bulan-Matahari minimal 6,4 derajat.
“Di daerah yang sudah mencapai Imkan Rukyat ini, karena hisabnya berdasarkan dari rukyat, maka hilal Syawal hari Ahad tanggal 1 Mei memungkinkan dapat dirukyat,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan hilal, 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Senin (2/5/2022).
“Berdasar hisab kriteria baru MAMBIMS, baik menggunakan elongasi toposentrik maupun geosentrik di Indonesia sudah memenuhi syarat kriteria minimum. Sehingga tanggal 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh bertepatan dengan hari Senin, 2 Mei 2022 berdasar hisab,” katanya.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa hisab bersifat informatif, sehingga memerlukan konfirmasi lebih lanjut. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal












