Menurut Iskandar, saat ini dana yang dihimpun dari ZISWAF tak hanya diserahkan melalui konsep charity saja. Melalui YBM PLN, PLN ingin menciptakan kemandirian ekonomi umat secara kolektif dalam bingkai kelompok yang produktif dan memiliki semangat untuk maju.
“Dana yang diamanahkan oleh para muzakki PLN ini kami kelola untuk bisa meningkatkan perekonomian masyarakat serta memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitarnya juga,” ujar Iskandar.
Sebagai simbol peresmian KUC, pada puncak acara Doa Bersama 17.000 anak Yatim dan Dhuafa secara nasional, juga diresmikan 3 KUC diantara 48 KUC besutan YBM PLN. KUC pertama, adalah KUC Fotografi di wilayah Palembang. KUC Fotografi ini melibatkan anak muda wilayah Palembang untuk berkarya dan memproduksi content produk UMKM agar layak go digital.
Kedua, KUC Nelayan Gurita di wilayah Pangaruman, Kediri, Jawa Timur. Pulau terluar di Jawa ini mayoritas penduduknya menjadi nelayan gurita. Melalui YBM PLN, PLN memberikan pendampingan serta bantuan modal bagi masyarakat sehingga bisa meningkatkan produksi serta pendapatan masyarakat.
Ketiga, KUC Servis Elektronik di wilayah Nusa Tenggara Timur. KUC ini melibatkan para anak muda lulusan SMK yang mampu memberikan jasa servis barang elektronik. YBM PLN tak hanya memberikan bantuan modal saja, tetapi juga memberikan pelatihan vokasional serta peralatan usaha. Saat ini ada 30 orang usia produktif yang menjadi penerima manfaat dari program KUC.
Di samping itu, YBM PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan juga turut menyalurkan berbagai bingkisan manfaat ke seluruh pelosok pulau Kalimantan. Bingkisan manfaat yang disalurkan tersebut berupa paket sembako yang disampaikan kepada 1.661 penerima manfaat, santunan anak yatim kepada 608 penerima manfaat, dan sajian Ramadan kepada 640 penerima manfaat. Pemberian manfaat ini juga diberikan kepada pondok pesantren, pembangunan musala, fasilitas layanan kesehatan gratis, dan program “Sebar Quran di Pedalaman” pada 18 lokasi di pulau Kalimantan.
Seiring dengan program KUC yang sudah diresmikan bersama, YBM PLN UIKL Kalimantan turut menghadirkan program ini melalui KUC Budidaya Ulat Maggot yang berlokasi di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. “Semoga dengan kehadiran Kelompok Usaha Cahaya yang kita kelola bersama ini, dapat memberikan inspirasi dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar khususnya Kota Banjarbaru,” tutup Muchamad Eka Yuliartana, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIKL Kalimantan. (Rls)
Editor : Hasby







