WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Doa Menyambut Ramadhan 2022 ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebentar lagi umat Islam di berbagai negara akan menjalani puasa Ramadhan 1443 Hijriyah yang akan jatuh pada 2 April 2022 nanti.

Menurut kalender Hijriyah, 1 Ramadhan 1443 akan bertepatan pada 2 April 2022.

Baca doa menyambut Ramadhan 2022 agar puasa lancar saat bulan Ramadhan nanti.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan doa menyambut Ramadhan 2022 ini dibaca agar memperoleh penuh berkah sehingga ketika Ramadhan 2022 tiba hati bisa menjadi lapang dan menyambut Ramadhan dengan kebaikan.

Inilah doa menyambut Ramadhan 2022 yang diajarkan Nabi agar tidak celaka ketika Ramadhan tiba.

Dalam YouTube Audio Dakwah dengan judul "5 Cara Menyambut Bulan Ramadhan Agar Kita Tidak Celaka !! - Ustadz Adi Hidayat" yang tayang pada 20 Maret 2022 dijelaskan hal tersebut.

Kata Ustadz Adi Hidayat, Ramadhan 2022 harus disambut dengan nyaman, hati tenang dan tentram.

"Nabi Muhammad SAW menunjukkan kepada kita bagaimana cara melapangkan hati kita. Lalu menyambut datangnya bulan Ramadhan," kata Ustadz Adi Hidayat.

Kata Ustadz Adi Hidayat, Nabi Muhammad SAW mengajak untuk melapangkan hati dan menyambut Ramadhan 2022 dengan kebaikan.

Nabi Muhammad SAW menuntun kita untuk melapangkan dan meluaskan hati kita dengan 1 doa ini.

Kata Ustadz Adi Hidayat, doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ini disebut juga doa menjelang Ramadhan.

Inilah doa menyambut Ramadhan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah." (HR. At Tirmidzi no. 3451).

Artinya: "Ya Allah mohon hadirkan awal Ramadhan kepada kami, dengan penuh ketentraman. Dan dengan penuh kekuatan iman (ibadah rohani). Sehat dan selamat.

Dan dengan kekuatan Islam (ragam atau jenis ibadah dhohir). Lakukan ini karena Tuhanku dan Tuhanmu juga (Allah SWT).

"Niatkan kuat dari awal bahwa segala kebaikan Ramadhan hanya untuk Allah SWT. Karena ada orang yang beribadah saat Ramadhan niatnya macam-macam," kata Ustadz Adi Hidayat. (berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal