Oleh karena itu, varian tersebut kemungkinan berbeda dengan Deltacron yang terlihat di Prancis.

"Kami mungkin perlu mencari nama lain untuk menunjukkan rekombinan ini, atau mulai menambahkan nomor," lanjutnya.

Sudah Dibahas Sejak Januari 2022

Pada awal tahun kemarin, profesor ilmu biologi di Universitas Cyprus Leondios Kostrikis mengungkap tanda genetik seperti Omicron dalam genom Delta.

Atas temuan itu ia memberi nama Deltacron.

Kostrik dan timnya pada pekan lalu telah menemukan 25 kasus mutasi.

Kemudian temuan tersebut dilaporkan serta dikirim sampelnya ke GISAID pada 7 Januari, untuk melacak mutasi virus.

Namun demikian, para ilmuwan saat itu menganalisis bahwa temuan Deltacorn itu kemungkinan besar merupakan kesalahan laboratorium dan bukan varian baru yang mengkhawatirkan global.

Kepala Genomics Initiative Covid-19 di Institut Welcome Sanger Inggris, Jeffrey Barrett kala itu mengatakan dugaan mutasi terletak pada bagian genome yang rentan terhadap kesalahan dalam prosedur pengurutan genome.

"Ini pasti bukan rekombinan biologis dari garis keturunan Delta dan Omicron," kata Barret dikutip AFP, Senin (10/1/2022).