WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menggelar silahturahmi dengan BPK/PMK swakarsa kota di Banjarmasin, di aula Kayuh Baimbai, Balai Kota, Banjarmasin, Selasa (11/1/2022) siang.

Dalam silahturahmi ini, juga dihadiri oleh Wali Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Kapolresta Banjarmasin, Kasatpol PP kota Banjarmasin dan juga perwakilan BPK/PMK Swakarsa yang ada dikota Banjarmasin.

Diketahui, untuk di Banjarmasin sendiri untuk BPK/PMK swakarsa yang terdata berjumlah sebanyak 589 buah BPK/PMK yang tersebar di lima kecamatan yang ada dikota Banjarmasin, dengan total jumlah anggota sebanyak 12.454 orang.

Sementara untuk kebakaran yang terjadi dikota Banjarmasin sendiri, data dari Damkar Kota Banjarmasin, telah terjadi sebanyak 101 kali kebkaran, selama tahun 2021 berjalan, yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan di tahun 2020, yang berjumlah sebanyak 46 kali kebakaran.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, dengan pertemuan ini bisa dapat memperbaharui lagi komitmen bersama untuk membagi wilayah atau zonasi dalam upaya melaksankan tugas pemadaman kebakarab yang terjadi di kota Banjarmasin.

Selain itu juga, sebagai bentuk perhatian pemko Banjarmasin, pihaknya juga akan membentuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

"Mudah-mudahan perhatian pemko untuk seluruh anggota bisa lebih baik lagi," ujar Ibnu, kepada awak media, usai menghadiri pertemuan tersebut, di lobby balai kota Banjarmasin.

Dalam pertemuan tersebut, ucap Ibnu, juga bermunculan usul dan saran yang bagus, terlebih lagi dari para anggota BPK/PMK yang sudah senior.

"Untuk usulan salah satunya seperti para anggota diikutkan dalam ujian kelayakan, sehingga anggota tersebut mempunyai kelayakan setifikasi untuk membawa mobil pemadam kebakaran," ucap orang nomor satu di kota Banjarmasin itu.

Terkait masalah zonasi atau pembagian wilayah yang disebutkan tadi, tutur Ibnu, pihaknya akan menggunakan zonasi per radius didaerah yang terjadi kebakaran.

"Satu atau dua kilometer Km dari titik kejadian, para BPK/PMK memang harus bergerak, sementara untuk yang jauh diluar radius tersebut, diminta agar menunggu informasi terlebih dahulu," tutur Ibnu.