“Siapapun tidak pernah bisa menjamin, di terik panas dengan kostum yang panas, bisa saja badut tersebut pingsan atau kondisinya tidak stabil pada saat sedang menghibur. Itu, kata dia, malah membahayakan baik untuk mereka dan pengguna jalan,” tambahnya.

Joko juga mempertanyakan kepada pihak kelurahan tempat mereka tinggal apakah mereka para pekerja badut yang mempekerjakan anak anak ini dan orang tuanya tidak terdata sebagai warga yang berhak menerima bantuan dari pemerintah pusat sejenis PKH atau sejenisnya.

"Mereka ini adalah warga Kabupaten Tabalong yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan pemerintah, Hal ini mendapatkan tanggapan langsung oleh pegawai kelurahan Mabuun akan segera mendata mereka dan akan segera diajukan sebagai warga yang berhak menerima bantuan dari pemerintah,” tutup Joko. (edj)

Editor: Erna Djedi