“BPBD membentuk Agen Siaga Bencana yang beranggotakan BPBD dan relawan lokal yang di tempatkan pada masing-masing kecamatan dengan tugas untuk mengedukasi dan melakukan penanganan bencana jika terjadi bencana di daerahnya. Mereka telah dibekali dengan pengetahuan evakuasi dan pengetahuan bencana,” tutup Didik.
Analisis inaRISK menunjukan Kabupaten Pacitan memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
Melihat hal tersebut BNPB mengimbau kepada para pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina yang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2022.
Selain itu masyarakat diharapkan mempersiapkan diri dengan pengetahuan tentang kesiapsiagaan, antara lain memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir.
Kemudian jika banjir sudah terjadi agar mewaspadai adanya saluran air dan lubang yang dapat menyebabkan terjatuh, serta menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada.
Kemudian mengantisipasi adanya banjir susulan dengan terus memperhatikan informasi resmi dari BPBD maupun dinas terkait di daerah masing-masing.







