WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Tak ingin terulang  perseteruan maut antara Abdul Sani (35) dengan Muslim Haryanto (31), yang menewaskan Abdul Sani, di SPBU Jalan A Yani, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, pada kamis (28/10/21) malam, Polresta Banjarmasin tingkatkan pengawasan di SPBU-SPBU.

Awal mula terjadinya duel maut itu karena keduanya cekcok dan dipengaruhi minuman keras.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan menjelaskan, dari info yang ia dapat kalau perseteruan tersebut, tidak ada hubungannya dengan para pelangsir atau pun supir truck.

"Dua orang tersebut, bukanlah pelangsir dan supir truk, namun orang yang sering jaga dikawasan tersebut. Karena pengaruh alkohol sehingga memicu perseteruan, dan mengakibatkan salah seorangnya hingga meninggal dunia," jelas Kapolres, kepada wartabanjar.com, Jumat (29/10/21) sore.

Oleh sebab itu, Kapolres mengatakan, kalau pihaknya bersama instansi terkait, akan lebih memperketat pengamanan dan patroli di SPBU yang ada dikawasan Kota Banjarmasin.

"Memang saat ini dibeberapa SPBU mengalami kelangkaan, jadi mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, kami pun turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan," kata Kapolres.

Rachmat Hendrawan membeberkan, akibat beberapa terjadinya kelangkaan BBM akhir-akhir ini, membuat truk ekspidisi dari luar Kalsel sempat tersendat selama tiga hari.

"Jadi disini kami berupaya melakukan penjagaan dan pengawasan agar tidak ada pelangsiran di SPBU, sehingga antrian pengisian BBM bisa lebih lancar, karena beberapa barang yang dibawa oleh ekspedisi itu barang-barang penting dan darurat, sehingga harus lekas sampai ke tujuannya," pungkas Kapolres. (Qyu)

Editor : Hasby