Allah SWT Rahasiakan 6 Perkara Ini Kepada HambaNya
Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Amirul mukminin umar bin Khattab Ra,pernah berkata, “Sesungguhnya, Allah merahasiakan enam perkara di balik enam perkara kepada hambanya :
Pertama : Allah merahasiakan ridha-Nya di balik ketaatan hamba-Nya :
Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada-Nya. Dengan demikian maka hamba-Nya tidak akan mengesampingkan ketaatan walaupun tampaknya sederhana.
mungkin itu salah satu perkara yang mendatangkan ridho Allah SWT.
Kedua : Allah SWT merahasiakan murka-Nya terhadap hamba-Nya melakukan maksiat :
Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh menjauhi kemaksiatan.
Mungkin dengan sebab meremehkan itu maksiat, akan mendatangkan kemurkaan Allah.
Ketiga : Allah merahasiakan kapan datangnya malam kemuliaan (lailatul qadar) :
Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh beribadah sepanjang bulan suci Ramadhan.
Seperti dijelaskan dalam firman-Nya, lailatul qadar itu lebih baik dibandingkan seribu bulan.
Allah berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadr [97] : 3).
Keempat : Allah merahasiakan wali-Nya terhadap hamba-Nya :
Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya tidak merendahkan derajatnya. Selain itu, agar hamba-Nya tidak meminta didoakan oleh mereka.
Dengan begitu, hamba-Nya akan bersungguh-sungguh menghormati setiap hamba-Nya dan tidak meremehkannya. Sebab, boleh jadi orang yang diremehkan itu adalah wali-Nya.
Kelima : Allah merahasiakan datangnya ajal (kematian) di balik umur hamba-Nya :
Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya mempersiapkan diri dengan baik sepanjang hayatnya untuk menyambut kedatangannya.
Sebab, boleh jadi kematian itu bisa datang secara tiba-tiba.
Keenam : Allah merahasiakan datangnya waktu salat Wustha :
Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh mengikhtiarkannya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, salat Wustha merupakan salat paling utama di antara salat lima waktu.
Allah berfirman :
“Peliharalah segala sholat (kalian) dan (peliharalah pula) salat Wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam salat kalian) dengan khusyuk.’” (QS al-Baqarah [2] : 238).
Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud salat Wustha (salat yang di tengah-tengah) adalah sholat Ashar. Tetapi, yang tahu persis hanya Allah.