WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup terkoreksi dipicu sentimen tapering bank sentral Amerika Serikat The Fed.
Rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.453 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.403 per dolar AS.
“Rupiah hari ini melemah cukup signifikan karena memang dampak dari sinyal tapering oleh The Fed,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Jumat
Menurut Rully, hampir semua mata uang negara berkembang melemah terhadap dolar AS akibat pelaku pasar berekspektasi pengetatan stimulus atau tapering mulai dilakukan oleh bank sentral AS pada tahun ini.
“USD index-nya juga naik signifikan. Jadi dapat disimpulkan memang lebih banyak faktor global yang berpengaruh,” ujar Rully.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 tampaknya tak meminimalisir pelemahan rupiah.






