Pasar Global Geger! Emas Menggila Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Perak Cetak Rekor Baru
WARTABANJAR.COM, NEW YORK — Harga emas dunia kembali menanjak pada penutupan perdagangan Rabu (10/12/2025) waktu setempat atau Kamis (11/12/2025), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3,50–3,75 persen. Meski begitu, pasar masih diselimuti ketidakpastian arah kebijakan moneter tahun depan.
Emas Melonjak, Pasar Rayakan Sinyal The Fed
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,7 persen hingga mencapai 4.236,57 dolar AS per ons, menandai penguatan signifikan setelah keputusan suku bunga.
Sebaliknya, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari justru terkoreksi tipis 0,3 persen ke 4.224,70 dolar AS per ons.
The Fed sendiri memangkas suku bunga lewat pemungutan suara yang kembali terbelah, sekaligus mengisyaratkan potensi jeda dalam pemangkasan berikutnya. Pejabat bank sentral menunggu pijakan yang lebih solid terkait arah inflasi dan pasar tenaga kerja.
“Pelaku pasar emas menyukai keputusan ini. Harga sempat mencetak level tertinggi harian meski terjadi aksi ambil untung,” ujar Tai Wong, analis logam independen.
Pemangkasan Suku Bunga Dongkrak Daya Tarik Emas
Suku bunga yang lebih rendah biasanya memperkuat pamor emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Meski begitu, kebijakan jangka panjang The Fed masih belum pasti.
Mayoritas pejabat bank sentral memperkirakan pemangkasan lanjutan pada 2026, namun sebagian tidak mendukung langkah itu. Bahkan, tiga di antaranya memproyeksikan kemungkinan kenaikan suku bunga.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kebijakan saat ini tetap “siaga penuh” menghadapi dinamika ekonomi. Namun ia enggan memberi sinyal apakah pemangkasan berikutnya bakal terjadi dalam waktu dekat.
“Powell berhasil mendorong pemangkasan meski komite terpecah, dan pasar menyambutnya positif. Tapi masih belum jelas apakah emas bisa kembali menembus rekor,” tambah Wong.
Perak Meledak! Cetak Rekor Baru di Tengah Ketatnya Pasokan
Di sisi lain, pasar perak mencuri perhatian setelah melonjak ke rekor terbaru 61,85 dolar AS per ons.
Sepanjang 2025, harga perak meroket hingga 113 persen berkat permintaan industri yang tinggi, berkurangnya stok, serta status baru perak sebagai mineral kritis oleh pemerintah AS.