Perjalanan 16,5 Bulan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri, Tersingkat dalam Sejarah Malaysia

3 Agustus
Muhyiddin sepakat untuk mempertimbangkan debat hukum kedaruratan di parlemen untuk mengendurkan ketegangan dengan pihak kerajaan.

4 Agustus
Muhyiddin menegaskan dirinya masih mendapat dukungan mayoritas dan mengatakan akan membuktikan hal itu dalam pemungutan suara atas mosi tidak percaya terhadap dirinya ketika parlemen kembali bersidang pada September.

13 Agustus
Muhyiddin mengakui dirinya tidak didukung mayoritas. Dia mendesak anggota parlemen oposisi untuk mendukung dirinya dalam pemungutan suara dengan imbalan reformasi dan mengatakan pemilu akan digelar pada 22 Juli 2022, tergantung situasi pandemi.

Partai-partai oposisi dan UMNO menolak tawarannya.

16 Agustus 2021
Muhyiddin mengajukan pengunduran diri kepada raja, yang memintanya tetap bertugas sebagai perdana menteri sementara sampai penggantinya ditunjuk. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi