Badai yang Menyerang China Dilaporkan Bergerak ke Utara, Sudah Puluhan Ribu Orang Dievakuasi
Seorang petugas penyelamat yang enggan disebut namanya mengatakan timnya menyelamatkan seribuan orang dari sebuah permukiman pada Rabu dan berharap bisa menyelamat ribuan warga lainnya pada Kamis.
"Beberapa dari mereka tak mau pergi jika punya makanan," kata dia. "Karena kalau pergi, mereka tak tahu harus kemana. Tapi mereka yang kehabisan makanan akan keluar sendiri."
Seorang pria bernama Xu mengatakan dia terjebak bersama istri dan dua anaknya di apartemen berhari-hari tanpa air bersih.
"Kami tak punya air, tak ada listrik, kami tak bisa mandi, dan air bekas bersih-bersih kami simpan untuk menyiram toilet," kata dia.
"Saya tinggal di sini empat, lima tahun, dan ini belum pernah terjadi," tambahnya. Keluarga itu menunggu dengan sabar di gerbang apartemen untuk dievakuasi dengan perahu.
Bergerak ke Utara
Ketika badai bergerak ke utara pada Kamis, lebih dari 73.000 orang dievakuasi dari kota Anyang, di perbatasan Henan dengan provinsi Hebei. Kota itu terendam hujan lebih dari 600 mm sejak Senin, kata Xinhua.
Dua orang tewas di Hebei ketika sebuah tornado menghantam kota Baoding pada Rabu.
Xinxiang, kota kecil di utara Zhengzhou, mencatat curah hujan 812 mm antara Selasa dan Kamis, angka tertinggi dalam catatan meteorologi setempat, kata Xinhua.
Tujuh penampung air berukuran sedang di kota itu telah meluap, menggenangi banyak desa dan kota kecil.
Hingga Rabu malam, lebih dari 470.000 orang dan lebih dari 55.000 hektare lahan pertanian terdampak hujan di Xinxiang, kata Xinhua.
Pemerintah setempat dikabarkan telah mengerahkan 76.000 lebih petugas SAR.
Banjir fatal di kereta bawah Zhengzhou telah mendorong pemerintah untuk meminta otoritas lokal segera meningkatkan sistem pengendalian banjir dan tanggap darurat. (ant)
Editor: Erna Djedi