Dari 11 gol yang dicetak Argentina, Messi sudah mengemas empat gol dan memberikan lima assist.

"Kita tengah menyaksikan versi Messi yang lebih baik," tulis Antonio Mohamed, mantan pemain Argentina dan kini pelatih Monterrey, di Ole, sebuah surat kabar olahraga Argentina.

"Setiap kali dia menyentuh bola, tiga pemain akan mengerubungi dia dalam gaya seperti Maradona sang legenda," lanjutnya.

Impian Messi

Messi sudah berbicara panjang lebar mengenai mimpi memenangi gelar bersama Argentina dan rekan-rekan senegaranya tahu betapa berartinya trofi internasional baginya.

Pada masa sebelumnya, rekan-rekan satu timnya dianggap sebagai biang keladi kekecewaannya karena menyia-nyiakan berbagai peluang dalam final atau gagal menandingi tingkat kecemerlangan atau fokus ke super-manusiaannya.

Namun kini dia didampingi tim terbaik Argentina dalam beberapa tahun dan tidak banyak alasan.

Mereka bukan Argentina 1978 atau 1986 tetapi di bawah pelatih Lionel Scaloni tim ini tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan sejak Copa America terakhir pada 2019.

Pemain-pemain yang lebih senior seperti Sergio Aguero dan Angel Di Maria, sadar bahwa memenangi Piala Dunia adalah skenario yang tidak mungkin dan final Sabtu ini bisa menjadi peluang terakhir mereka.

Para pemain berpengalaman ini, bersama anak-anak muda yang tumbuh mengidolakan orang yang bakal menjadi rekan setim mereka, tahu bahwa mereka bermain tak hanya demi Argentina tetapi juga demi Messi dan kesempatan untuk memberikan hadiah kepadanya dengan gelar juara yang memang pantas didapatkannya.

"Kami semua senang Argentina bisa meraih gelar dan di atas segalanya itu dianugerahkan kepada Leo," kata Mohamed seperti dikutip Reuters. (ant)

Editor: Yayu Fathilal