“Mensiasati tradisi masyarakat sebagai muatan karya, tidak memandang seni tradisi dan modern secara di kotomi sambil meniti alur jaman serta berupaya mengarifi perubahan makna estetika dan mengentalkan keintiman dengan wujud apapun dari karya seni itu seperi sifat air yang selalu mengisi,” terang Hendra.
Berkat pengelolaan dan dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat HSU nama Sanggar AIR kemudian semakin besar dan dikenal luas baik di tingiat Kalimantan maupun Nasional. (ant)
Editor: Erna Djedi







