Kini Jadi Takjil Favorit Warga Kalsel Tiap Bulan Puasa, Kue Bingka Dulu Hanya Dikonsumsi Bangsawan Banjar
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sebentar lagi bulan puasa Ramadhan 1447 H/2026 tiba, tentunya umat Islam akan kembali membeli aneka takjil untuk buka puasa.
Di antara takjil favorit umat Islam Kalimantan Selatan adalah kue bingka.
Kue ini selalu ada di hampir semua acara, dikonsumsi oleh semua kalangan, bahkan mudah pual ditemui dijual di toko atau warung kuliner Banjar.
Namun, tahukah kalian? Bingka dulu bukan sembarang kue, yang memakannya pun hanya kalangan terbatas, yaitu para bangsawan.
Bisa dikatakan, bingka pada ratusan tahun lalu di zaman Kesultanan Banjar adalah kue sultan, tidak seperti sekarang yang rakyat biasa pun bisa memakannya.
Mengutip Instagram resmi Kesultanan Banjar, Minggu (15/2/2026), menurut catatan inventarisasi budaya Depdikbud dan dalam tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun di lingkungan Kesultanan Banjar, Bingka merupakan kue yang tidak biasa pada masa dulu.
"Dalam beberapa tulisan budayawan Banjar, bingka merupakan salah satu dari 41 macam wadai yang diharuskan ada saat upacara Kesultanan," ujar postingan itu.
Dulu, bingka hanya dikonsumsi oleh kaum bangsawan atau mereka yang tinggal di lingkungan Kesultanan Banjar, sementara rakyat biasa tidak memakannya.
Bentuknya yang berupa kelopak bunga terkesan eksklusif, mewah dan "sultan banget" sehingga identik dengan bangsawan, sementara rakyat jelata mengonsumsi kue berbentuk bulat atau kotak dan polos.
Tak hanya itu, saat disajikan pun bingka didekorasi dengan mewah karena hanya untuk kalangan bangsawan, sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang.
Selain itu, bingka di masa lalu kerap disajikan di acara-acara penting kesultanan.
(wartabanjar.com/yayu)
Editor: Yayu