Israel Serang Gaza dengan Senjata Panas 3.500 Derajat Celcius, 2.842 Tubuh Warga Palestina “Menguap” ke Udara

WARTABANJAR.COM, GAZA- Perang di Jalur Gaza telah mencapai level kengerian yang sulit dinalar akal sehat.

Media Timur Tengah, Al Jazeera baru-baru ini mengungkap fakta yang sangat menyayat hati berdasarkan hasil investigasi mereka, yaitu sekitar 2.842 warga Palestina dilaporkan menghilang tanpa jejak.

Mereka tidak hanya tewas, namun secara harfiah ‘menguap’ ke udara.

Penguapan itu akibat penggunaan senjata bersuhu sangat tinggi oleh militer Israel.

Dalam Laporan bertajuk The Rest of the Story yang tayang perdana pada Senin (9/2/2026) tersebut memaparkan data forensik dari lapangan yang menghubungkan lenyapnya ribuan nyawa dengan penggunaan senjata termobarik dan bom aerosol yang mampu mencapai titik panas ekstrem.

Angka 2.842 korban yang diklasifikasikan ‘menguap’ ini didapat dari dokumentasi ketat tim Pertahanan Sipil Gaza.

Juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal, menjelaskan bahwa timnya menggunakan metode eliminasi untuk menentukan status korban.

“Jika sebuah keluarga memastikan ada lima orang di dalam bangunan saat serangan terjadi, namun kami hanya menemukan tiga jenazah, maka dua sisanya diklasifikasikan ‘menguap’. Klasifikasi ini diambil setelah pencarian menyeluruh di reruntuhan, rumah sakit, hingga kamar jenazah tidak membuahkan hasil,” tegas Basal. 

Seringkali, yang tersisa hanyalah jejak biologis berupa percikan darah atau fragmen kulit kepala yang menyatu dengan beton.

Israel Gunakan Suhu 3.500 Derajat Celsius untuk Uapkan Target

Mengapa tubuh manusia bisa menghilang? Jawabannya ada pada teknologi militer yang digunakan.

Pakar militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa Israel secara sistematis menggunakan senjata termal yang menghasilkan bola api raksasa dengan tekanan luar biasa. 

Campuran kimia seperti bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan untuk meningkatkan suhu ledakan hingga 3.000 derajat Celsius.

Angka ini jauh melampaui ambang batas daya tahan jaringan biologis.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir al-Bursh, memberikan penjelasan medis yang logis namun mengerikan.

Tubuh manusia terdiri dari 80 persen air, ketika terpapar panas di atas 3.000 derajat disertai tekanan oksidasi masif, cairan tubuh ini mendidih seketika.

Jaringan tubuh tidak lagi hancur, melainkan menguap dan berubah menjadi abu dalam hitungan detik.

Keluarga Mencari Tanpa Kepastian