Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Ini Pendorongnya


WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan relatif stabil, didorong melemahnya imbal hasil surat utang atau obligasi Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup menguat tipis satu poin ke posisi Rp14.407 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.408.

“Naiknya indeks dolar dan melemahnya yield US treasury mendorong stabilnya rupiah,” kata Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Selain itu, lanjut Ahmad, melemahnya harga minyak dunia seiring kekhawatiran kembali lockdown-nya Jerman, membantu stabilnya rupiah hari ini.

Indeks dolar menguat ke level 91,97 hari ini di tengah kekhawatiran kembali diberlakukannya lockdown di Jerman, yang menekan mata uang euro terhadap dolar AS.

Kasus harian COVID-19 kembali melonjak di Eropa di tengah keterbatasan vaksin.