WARTABANJAR.COM, PALANGKARAYA- Yamaha kembali menghadirkan pembaruan pada salah satu skutik andalannya melalui peluncuran Yamaha Gear Ultima Hybrid Smart dan Gear Ultima Hybrid Solid.

Penyegaran tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki kondisi jalan beragam.

Melalui dua varian terbaru tersebut, Yamaha menawarkan kombinasi kepraktisan, ketangguhan, efisiensi bahan bakar, dan desain yang lebih modern untuk menunjang aktivitas harian masyarakat maupun keluarga.

GM Service Area Kalseltengtim Yamaha, Edy Sunardi, dalam siaran pers Yamaha, Minggu (7/6/2026) mengatakan, Yamaha Gear Ultima ini memiliki empat keunggulan utama yang menjadi fokus pengembangannya, yakni praktis, kuat, irit, dan keren.

"Keempat aspek ini menjadi jawaban kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan multifungsi untuk aktivitas harian," ujarnya.

Salah satu keunggulan yang paling ditonjolkan adalah efisiensi bahan bakarnya.

Berdasarkan hasil pengujian internal Yamaha, Gear Ultima mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 56,8 kilometer per liter.

"Motor ini dari hasil tes yang dilakukan Yamaha bisa mencapai 56,8 kilometer per liter. Jadi hampir 60 kilometer per liter," katanya.

Menurut Edy, tingkat efisiensi tersebut didukung penggunaan mesin Blue Core 125 cc Hybrid yang mengombinasikan tenaga mesin pembakaran dengan bantuan tenaga listrik saat akselerasi awal.

Ia menjelaskan, sistem hybrid pada Gear Ultima bekerja dengan memanfaatkan aki yang sudah tersedia pada motor tanpa memerlukan baterai tambahan seperti pada mobil hybrid.

"Prinsip hybrid itu penggunaan dua sumber tenaga, yaitu mesin pembakaran dan tenaga listrik. Namun tenaga listrik hanya membantu akselerasi pada beberapa detik pertama, sekitar tiga detik awal saat kendaraan mulai berjalan," jelasnya.

Bantuan tenaga listrik tersebut membuat beban mesin saat akselerasi berkurang sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.

Sistemnya juga dirancang bekerja secara otomatis dengan mempertimbangkan kondisi aki kendaraan.

"Kalau tegangan aki di bawah 12,8 volt, sistem hybrid tidak akan bekerja. Sebaliknya kalau di atas 12,8 volt, sistem hybrid akan aktif. Ini dilakukan agar aki tidak cepat drop," katanya.