Wabup Rahmadi Bersyukur di Tengah Musibah Banjir Batola Masih Bisa Panen Padi
Senada dengan Wakil Bupati Rahmadian Noor, Kadis TPH Provinsi Kalsel Syamsir Rahman merasa bangga kepada petani di Desa Murung Keramat Kecamatan Belawang yang mampu menanam padi unggul sampai tiga kali setahun. Pun begitu,
Dia mengimbau petani tak meninggalkan padi lokal karena bermanfaat menahan inflasi.
Agar produksi petani lebih tinggi, Syamsir menyarankan, lebih mengintensifnya PPL. Ia berpendangan PPL perlu diberi insentif guna meringankan kebutuhan ketika memberi sosialisasi ke petani.
Lelaki suka bercanda itu menyatakan, perhatian provinsi terhadap Batola lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya. Tahun 2021, sebutnya, bantuan yang diberikan mencapai Rp3,9 miliar.
Sebelumnya, Kadistan TPH Batola, Murniati mengatakan, sawah Batola meski terluas dan penghasil terbesar padi di Kalsel namun produktivitas masih di bawah rata-rata provinsi. yang hanya 3,5 ton per hektare.
Sedangkan provinsi, sebut dia, sudah memiliki rata-rata produktivitas empat ton per hektare.
Kendala dihadapi, sebutnya, terutama sisi agronomi dan sosial budaya. Untuk kendala agronomi, terang Murni, akibat lahan pasang surut ditambah pengelolaan air yang belum optimal serta belum diterapkannya teknologi yang sesuai daerah rawa.
Sedangkan dari segi sosial budaya, urainya, Batola masih kekurangan tenaga kerja dan permodalan serta sosial budaya dengan terpaku kepada padi lokal yang produktivitasnya masih rendah.
“Kami mencoba melakukan berbagai terobosan melalui pencanangan Program IP200 atau dua kali tanam dalam satu tahun dimana musim kemarau tanam padi lokal dan musim hujan tanam padi unggul,” paparnya.
Murni menambahkan, pihaknya juga akan menerapkan teknologi-teknologi spesifik dan melaksanakan percepatan sistem mekanisasi baik tanam maupun panen di samping memberdayakan kelompok tani mendorong menjadi corporate tani agar for estate.
Sedangkan dari segi kelembagaan, jelas dia, akan meningkatkan peran BPP selain sebagai penyuluh juga sebagai kostra tani yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat penyuluhan, pusat jejaring, dan pusat kemitraan.