Kemudian yang dinilai, lanjut Totok adalah sikap siswa. Karena di sini ada pendidikan karakter.
“Selanjutnya prestasi lainnya, seperti O2SN dan lomba-lomba lainnya. Ini lah nilai-nilai pertimbangan menentukan anak itu naik kelas atau lulus sekolah,” jelas Totok.
Dia menyatakan, usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro ini, pihaknya merencanakan jika memungkinkan untuk kembali mencoba pendidikan tatap muka.
Sementara, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Zainal Hakim mengharapkan Disdik Banjarmasin bisa melakukan penjadwalan sehingga pelaksanaan ujian kelulusan ini dapat seragam.
“Kita juga berharap pelaksanaan ujian secara tatap muka ada SOP yang jelas tentang teknis pelaksanaannya dan protokol kesehatannya,” ucap Hakim. (ant)
Editor: Erna Djedi







