“Ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita kedepan. Jadi harus dilestarikan dari kepunahan dan kelangkaannya. Pohon ini sangat unik,” imbuhnya.

Dia berharap, keberadaan tanaman ini harus terus dikembangkan, karena nilai ekonomisnya sangat tinggi, sehingga banyak pihak yang tergiur untuk memanfaatkannya. Jika tidak disadari, terus ditebang tanpa diimbangi dengan penanaman, maka potensi kepunahan sangat terbuka.

Terpisah, dalam Sambutannya Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang di sampaikan Pj Sekda Tanbu H Ambo Sakka, berharap melalui penanaman 10 ribu pohon ulin ini mampu menghijaukan kembali Bumi Kalimantan Selatan. Karena Banua Lambung Mangkurat merupakan paru-paru dunia.

Selain itu, program revolusi hijau selama ini dipuji Presiden sebagai provinsi dengan penghijauan terbaik di Indonesia. Pohon ulin dinilai sangat baik untuk penghijauan jangka panjang, karena selain mampu menahan air, juga memiliki daya cegah erosi dan tanah longsor, mengurangi pemanasan global serta menjaga iklim tetap stabil.

”Menanam satu pohon, hakekatnya kita menanam satu kebaikan, sekaligus sumbangsih nyata dari kita untuk Indonesia dan untuk dunia,” ucapnya, dalam sambutan yang dibacakan H Ambo Sakka. Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu pun mengajak seluruh masyarakat terus tanamkan kesadaran bahwa setiap batang pohon yang ditanam, adalah wujud kepedulian terhadap lingkungan. Inilah satu cara untuk memelihara kelangsungan hidup yang lebih baik bagi anak cucu di masa yang akan datang. (has/mcdiskominfotanbu)

Editor : Hasby