WARTABANJAR.COM, KOTABARU - Pencanangan vaksinasi Covid-19 sudah dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.

Di Kalsel, sejumlah kabupaten dan kota juga sudah menggelar pelaksanaan pencanangan vaksinasi Covid-19.

Hampir di di setiap kabupaten dan kota, pencanangan ini ditandai dengan penyuntikan perdana vaksin kepada para pejabat. Sebagian besar, pejabat yang vaksin pertama adalah bupati dan walikota.

Namun di Kotabaru, Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Syairi Mukhlis menjadi orang pertama yang disuntik vaksinasi COVID-19 pada pencanangan dan pelaksanaan vakinasi serentak bagi fasilitas pelayanan kesehatan di Kotabaru, Selasa.

Syairi Mukhlis adalah satu dari 10 orang pejabat di Kabupaten Kotabaru yang menjadi role model atas pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang diprogramkan pemerintah RI.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis menjadi orang pertama menjalani vaksinasi COVID-19 sebagai role model dari kalangan pejabat daerah (Antaranews Kalsel/ohi/hms)

Politisi PDIP ini menuturkan, sebelum vaksinasi terlebih dulu dilakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kita bisa divaksin atau tidak.

"Sebelumnya saya diinformasikan dari pihak kesehatan, efek dari vaksinasi ini menimbulkan gejala ringan pusing seperti rasa goyang–goyang dan pegal, tapi setelah disuntik vaksin Alhamdulillah saya tidak merasakan gejala apa-apa," kata Syairi.

Kondisi tersebut lanjutnya, menjadikan ia lebih yakin dan percaya bahwa vaksinasi COVID-19 ini memang aman digunakan dan halal yang difatwakan MUI.

Oleh karenanya, ia menghimbau kepada masyarakat supaya jangan merasa takut divaksin sebagai langkah pencegahan tertularnya virus corona dan agar pandemi ini bisa berakhir.

Syairi menjelaskan, pemberian vaksinasi ini dimaksudkan dapat melindungi diri sendiri dan bagi orang lain agar tidak tertular paparan virus, karena semua mengetahui bahaya virus corona yang kini masih mewabah.

Lebih lanjut Syairi mengungkapkan, meski pelaksanaan vaksin sudah dilakukan, namun ia tetap berharap agar semua orang tetap menerapkan protokol kesehatan secara konsisten.

Berita Sebelumnya Prediksi Pakar Teknologi Soal Data Privasi Pada 2021
Berita Selanjutnya PAN: Fraksi Sebaiknya Fokus Tangani Covid-19 Ketimbang Bahas RUU Pemilu