“Dari 28 penyakit yang menyerang korban banjir paling banyak 5 penyakit yang kita sebutkan itu, hanya korban banjir yang terserang penyakit yang diberikan obat sesuai keputusan para tenaga kesehatan yang ada di lapangan,” katanya.

Muslim juga mengatakan pada saat banjir perlu diperhatikan keterbatasan air bersih dan kebutuhan personal higienis.

“Untuk menangani kesulitan air bersih saat banjir perlu tehnologi sederhana agar dapat mengubah air yang ada menjadi air bersih, ini tentunya perlu melibatkan Balitbangda dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melaksanakannya,” kata Muslim. (*/edj)

Editor: Erna Wati