Sementara, Ananda melalui lamannya mengatakan, dalam sebuah kompetisi dan kontestasi, kalah menang adalah hal biasa.
“Apalagi kaya ulun nih, dari halus umpat Kontes sampai tuha kaya ini. Mun kada siap kalah jangan sekali-kali umpat lomba,” katanya dalam bahasa Banjar.
Tapi, sela Ananda, kompetisi harus berjalan dengan jujur dan adil.
Selama tidak berjalan seperti itu, menurut dia, siapapun berhak untuk berjuang mendapatkan keadilan.
“kita berhak untuk kada terima kalah dan sudah disiapkan jua jalurnya untuk memperjuangkan hak kita,” tegasnya.
Jadi, tandas mantan runner up Puteri Indonesia wakil Kalsel ini, selama yakin bahwa yang diperjuangkan itu benar, maka wajib diperjuangkan walaupun jalannya tidak mudah.
“Walau jalannya tidak mudah, tapi siapa tahu jalan ini yang bisa memberi kemuliaan untuk kita sekeluarga,” katanya. (edj)
Editor : Erna Wati







