Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring Bagi Pelajar

WARTABANJAR.COM – Pemerintah resmi membatalkan pembelajaran daring sebagai langkah mengantisipasi krisis energi atas konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

Baca Juga Isi Tandon, Suplai Air Bersih di Sebagian Wilayah Banjarmasin Terhenti 7 Jam

Dengan demikian, penyelenggaraan proses pembelajaran diutamakan tetap berjalan secara luring bagi siswa.

“Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” ujar Pratikno, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.

Sebelumnya, Pratikno juga pernah menyebutkan rencana pemerintah untuk menggelar pembelajaran hybrid yaitu gabungan daring dan luring.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi krisis energi atas konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Presiden Prabowo Subianto, jelasnya, memiliki perhatian besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

Program-program seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda menjadi program prioritas pemerintah.

“Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag maupun Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” jelasnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)