WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perbedaan inisial terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus memicu pertanyaan publik.
Data yang disampaikan Polda Metro Jaya dan Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) memang tidak sama, baik dari jumlah pelaku maupun inisial yang dirilis.
Versi Polisi vs TNI
Polda Metro Jaya mengungkap dua pelaku yang diduga sebagai eksekutor berdasarkan rekaman CCTV, yakni berinisial BHC dan MAK.
Sementara itu, Puspom TNI menyebut ada empat orang yang terlibat, yaitu Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang disebut merupakan prajurit aktif.
Perbedaan ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat terkait identitas sebenarnya para pelaku.
Ini Penjelasan DPR
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menjelaskan bahwa perbedaan inisial bukan berarti identitas pelaku berbeda.
Menurutnya, penulisan inisial bisa bervariasi tergantung cara masing-masing lembaga menyajikan data.
“Kalau inisial itu bisa saja berbeda penulisan, tapi merujuk pada orang yang sama,” ujarnya di Gedung DPR.
Ia menegaskan, fakta utama dalam kasus ini sudah cukup jelas, termasuk bukti visual dari rekaman CCTV yang menunjukkan wajah para pelaku.
Fokus pada Bukti dan Proses Hukum






