Bacaan Niat I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Raih Lailatul Qadar

WARTABANJAR.COM – Umat muslim memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan i’tikaf untuk meraih malam Lailatul Qadar, Rabu (11/3).

Secara bahasa, i’tikaf berasal dari kata ‘akafa’ yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat.

Dalam istilah syariat Islam, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.

Baca Juga TERUNGKAP Identitas Pria yang Lompat dari Jembatan RK Ilir Banjarmasin, Diduga Depresi Masalah Percintaan

Ibadah ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga amalan i’tikaf. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa i’tikaf merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan karena pada malam-malam tersebut terdapat malam Lailatul Qadar.

Niat I’tikaf

Salah satu bagian penting dalam tata cara i’tikaf adalah niat. Seperti halnya ibadah lainnya dalam Islam, i’tikaf harus diawali dengan niat karena Allah SWT.

Niat tidak harus diucapkan secara lisan, namun cukup di dalam hati. Meski demikian, banyak ulama juga mengajarkan lafaz niat i’tikaf sebagai berikut:

“Nawaitul i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya:
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.”