WARTABANJAR.COM - Rookie sensasional Moto3, Brian Uriarte, sukses mengamankan posisi start terdepan di balapan Minggu (12/07/2026), setelah merebut pole position dramatis pada sesi kualifikasi Q2 Moto3 Grand Prix Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Sabtu (11/07/2026).

Di tengah dominasi pembalap Red Bull KTM tersebut, talenta muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengakhiri sesi kualifikasi yang sengit di posisi ke-13.

Catatan waktu impresifnya di sesi practice berhasil dipatahkan oleh para rival pada menit-menit akhir time attack.

Langit cerah di Sirkuit Sachsenring menyambut sesi kualifikasi kedua (Q2) kelas Moto3 yang berlangsung selama 15 menit. Dengan suhu permukaan aspal yang menyentuh angka 35°C, mayoritas pembalap memilih kombinasi ban slick Pirelli SC1-SC1.

​Empat pembalap tercepat dari sesi Q1, yakni Casey O'Gorman, Maximo Quiles, Adrian Fernandez, dan Adrian Cruces, melengkapi total 18 pembalap yang memperebutkan posisi start terbaik untuk balapan Grand Prix Jerman pada Minggu besok.

Veda Ega Pratama menjadi pusat perhatian setelah sukses menjadi yang tercepat lewat catatan waktu 1 menit 25,848 detik pada sesi practice Jumat (10/07/2026).

Catatan waktu Veda itu menjadi acuan awal yang harus ditumbangkan para rival di sesi kualifikasi ini.

Baca Juga: Marc Marquez Raih Pole Position dan Pecahkan Rekor Lap Sachsenring

Baca Juga: Veda Ega Tercepat di Sirkuit Sachsenring, Hari Ini Langsung Kualifikasi 2 Moto3 Jerman 2026

Timesheet tercepat pertama dibuka oleh Marco Morelli pada menit ke-3 dengan torehan 1 menit 25,230 detik. Namun, hanya satu menit berselang, Brian Uriarte langsung mengudeta posisi puncak setelah mencetak benchmark baru, 1 menit 25,225 detik.

Sementara itu, Veda tertahan di P11 pada percobaan time attack pertamanya. ​Memasuki menit ke-6, belum banyak perubahan terjadi di posisi papan atas timesheet, sedangkan posisi Veda justru melorot ke P13.

Tak lama berselang, para pembalap memilih masuk ke pit untuk mempersiapkan strategi run terakhir.

Pada menit ke-9, lintasan kembali ramai saat para pembalap keluar untuk melakukan time attack final.