WARTABANJAR.COM - Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, menegaskan dalam kebijakan internal klub manajemen baru Rossoneri bekerja sebagai sebuah tim, namun kata akhir untuk urusan belanja pemain sepenuhnya berada di bawah kendali dia langsung.

Pernyataan ini meluncur hanya beberapa hari setelah konferensi pers pengenalan pelatih baru mereka, Ruben Amorim.

Dalam sesi wawancara terbaru bersama media Calcio&Finanza, Cardinale membuka lebih banyak detail mengenai bagaimana era baru AC Milan ini bakal berjalan.

Cardinale menegaskan, tidak ada satu orang pun di jajaran manajemen Milan yang memiliki otoritas mutlak untuk meloloskan dana transfer, sekecil apa pun nominalnya.

Kebijakan satu pintu ini diterapkan agar seluruh pengeluaran klub tetap terukur dan terpantau dengan jelas.

“Tidak ada seorang pun di Milan yang punya hak persetujuan dalam batasan apa pun di pasar transfer, kecuali saya sendiri,” ujar Cardinale.

Dia juga menambahkan bahwa dirinya memeriksa setiap sen yang keluar dari kas klub. Langkah ini diambil demi memastikan investasi yang ditanamkan ke dalam skuat bisa berjalan efektif.

Baca Juga: Demi Liga Champions Como Sudah Habiskan Rp2 Triliun untuk Belanja Pemain

Baca Juga: Juventus Fokus Tunggu Kiper Timnas Argentina Emiliano Martinez ke Liga Italia

Cardinale memosisikan diri sebagai satu-satunya pihak yang memberikan lampu hijau terakhir, sebelum kesepakatan transfer resmi ditandatangani.

Meski begitu, Cardinale meluruskan bahwa sistem ini bukan berarti dia mengabaikan masukan dari jajaran manajemen lainnya.

Kolaborasi antarlini tetap berjalan dengan kukuh demi menyusun komposisi tim yang kompetitif.

“Dalam cara kami beroperasi, kekuatan persetujuan memang ada di satu tangan, yaitu saya. Namun, ada satu hal penting yang perlu diingat, seperti yang saya sampaikan saat konferensi pers, kami tetap bekerja sebagai sebuah tim,” lanjut dia.

Menurutnya, tim pemantau bakat, direktur olahraga, hingga pelatih kepala akan terus memberikan rekomendasi pemain.

Masukan dari pelatih dan seluruh staf internal tetap menjadi bahan pertimbangan utama, sebelum dia mengambil keputusan final.