‎Besarnya angka gangguan kesehatan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam menjaga pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
‎
‎Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, melaporkan kondisi karhutla pada fase kedua tanggap darurat mulai berangsur membaik setelah hujan turun dalam beberapa waktu terakhir.
‎
‎Berdasarkan hasil pemantauan hingga Senin (2/11/2026), tidak ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Banjar.
‎
‎Meski demikian, kesiapsiagaan penanganan karhutla tetap dipertahankan. Sebanyak 950 personel masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kebakaran.
‎
‎Dukungan sarana dan prasarana juga terus diperkuat melalui penyediaan mesin, selang, sepatu bot hingga masker.
‎
‎Di sisi lain, BPBD Kabupaten Banjar masih melanjutkan distribusi air bersih ke 96 titik yang tersebar di 84 desa pada 17 kecamatan.
‎
‎Wasis menyampaikan, penyaluran air bersih dilakukan secara rutin dengan mengerahkan enam unit mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
‎
‎Dalam rapat tersebut, Bupati Banjar H Saidi Mansyur meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terlibat aktif dalam penanganan karhutla.
‎
‎Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi langsung dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar agar upaya penanganan di lapangan berjalan terpadu dan efektif.
‎
‎Rakor Mingguan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea. (wartabanjar.com).