Gorong-gorong Bolong, Warga Beruntung Jaya Banjarmasin Terancam Kebanjiran Lagi
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Meski telah dibangunkan gorong-gorong oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin pada 2021, banjir masih kerap terjadi di kawasan Jalan Dharmawangsa, RT 44 dan 45, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Banjir di kawasan Beruntung Jaya ini diperkirakan terjadi lagi pada musim hujan mendatang.
Sementara itu, pantauan Wartabanjar.com, kondisi gorong-gorong cukup memprihatinkan.
Di salah satu titik, drainase dalam kondisi rusak.
Baca juga: Warga Berharap Tidak Asal Jadi, Dinas PUPR Banjarmasin Bangun Drainase di Sejumlah Lokasi
Baca juga: Proyek Drainase Jalan KS Tubun dan Kelayan B Banjarmasin Menunggu Pembuktian
Selanjutnya: Akademisi Tata Kota Unukase Nilai Drainase Banjarmasin Belum Optimal
Betonnya hancur sehingga mengakibatkan lubang menganga, yang membahayakan pengguna jalan.
Bolongnya gorong-gorong membuat angka besinya tampak sangat jelas.
Bahkan di dalam saluran terlihat genangan sertai sampah.
Kondisi memprihatinkan juga tampak di satu titik lainnya, tepatnya di depan seorang warga RT 44.
Permukaan drainase yang terbuat dari semen retak.
Meski tak separah titik pertama, kondisinya juga mulai bolong sehingga bagian dalam drainase terlihat dari luar.
Mengenai banjir yang kerap melanda kawasan Jalan Dharmawangsa, warga RT 45, Gusniah (65), mengatakan rumahnya kerap terdampak jika air menggenang di badan jalan.
Rumah Gusniah terletak perisis di pinggir badan jalan yang menjadi titik banjir.
"Masih banjir di depan jalan sini. Kalau hujan lebat pasti penuh air. Biasanya air itu nanti mengalir masuk ke bagian kolong rumah ulun. Lama keringnya," katanya.
Cerita Gusniah ini diamini warga RT 45 lainnya, Yadi (53).
"Masih banjir. Kalau deras hujannya pasti banjir. Drainase memang membantu mengurangi, tapi tidak sampai membuat banjir hilang," ujarnya.
Kesaksian serupa dituturkan Muhammad Rafi (35), warga RT 44.
Rumahnya persis di pinggir jalan titik banjir.
"Masuk airnya sampai ke dalam rumah," katanya. (Wartabanjar.com)