WARTABANJAR.COM, BANJAR - Sebanyak 16.260 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tercatat dalam data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. 
‎
‎Selain itu, terdapat 1.103 kasus sesak napas dan 1.712 kasus diare yang menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekurangan air bersih.
‎
‎Data tersebut dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan Pemkab Banjar di Aula Barakat, Martapura. 
‎
‎Untuk mendukung penanganan dampak karhutla dan kekurangan air bersih, Dinas Kesehatan mengerahkan 16 unit pelaksana teknis daerah (UPTD) puskesmas.
‎
‎Noripansyah menyampaikan, pengerahan puskesmas tersebut dilakukan untuk mendukung pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi dampak kekurangan air bersih di 11 lokasi.

Baca Juga 4 Toko Terbakar di Pasar Lima Banjarmasin, Empat Ton Bawang Hangus

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Hujan di Sore Hari