Empat Bulan Pemadaman Listrik Dera Warga Kaltim, HMI Samarinda Demo PLN
PLN, kata dia, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan agar pasokan listrik dapat kembali membaik.
Selain menangani persoalan pada pembangkit, PLN menyiapkan penambahan kapasitas pembangkit melalui dua tahap.
Tahap pertama direncanakan sebesar 158 megawatt (MW), sedangkan tahap kedua sebesar 120 MW. \
Namun, ia mengakui pemadaman masih berpotensi terjadi dalam beberapa minggu ke depan selama kondisi pasokan belum pulih sepenuhnya.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas pemadaman-pemadaman yang terjadi. Memang dengan kondisi saat ini, keterbatasan kita, kemungkinan pemadaman dalam beberapa minggu ke depan masih akan terjadi. Karena itu, kami akan terus melakukan percepatan dan berkoordinasi,” ujar Adrian.
Mengenai tuntutan kompensasi, Adrian mengatakan pemberiannya harus mengacu pada regulasi dan melalui evaluasi terhadap tingkat mutu pelayanan.
Ia menyatakan akan meneruskan persoalan tersebut kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Penjelasan yang disampaikan PLN belum memuaskan HMI.
Shefa menilai pihaknya masih membutuhkan rincian teknis mengenai persoalan pada masing-masing pembangkit untuk memahami penyebab pemadaman yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Oleh karena itu, HMI meminta PLN menyiapkan data lapangan dan memaparkannya secara terbuka dalam pertemuan lanjutan yang melibatkan mahasiswa.
Menanggapi permintaan tersebut, Adrian menyatakan PLN bersedia menyiapkan pertemuan lanjutan pada Selasa, 3 November 2026.
“Di hari Selasa nanti kita hubungi, kita siapkan ruangannya setelah Zuhur. Kita akan coba sedetail mungkin menyiapkan datanya, baik pembangkit yang terganggu maupun yang dipelihara, termasuk apa yang mengalami gangguan dan apa yang dipelihara,” tutur Adrian. (Wartabanjar.com)