Pedagang Beras Palangka Raya Mengeluh Harga Naik Tiap Pekan
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Tidak selamanya kenaikan harga disambut gembira oleh pedagang.
Kenaikan harga beras tiap pekan beberapa waktu terakhir justru dikeluhkan pedagangnya di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.
Hal ini karena penjualan mereka menurun.
Konsumen mengurangi pembelian karena harga kebutuhan meningkat, sedangkan penghasilan stagnan atau bahkan merosot.
Baca juga: Rayakan Hari Jadi Ke-61 Tabalong, 14 Ribu Porsi Itik Tigarun Gratis Bakal Dibagikan ke Kecamatan
Baca juga: U-Turn Karang Rejo Banjarbaru Ditutup Permanen, Belokan Jalan Angkasa Masih Dievaluasi
Seorang pedagang beras di Pasar Palangka Raya, Kamis (29/10/2026), mengatakan kenaikan harga terjadi hampir setiap pekan dengan besaran Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per karung.
Perubahan masa panen dan kondisi pasokan dari distributor menjadi faktor yang memengaruhi harga.
Beras Mayang bahkan dijual Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram karena masa panennya hanya berlangsung satu kali dalam setahun.
Sementara itu, beras Banjar masih menjadi pilihan utama sebagian masyarakat karena harganya relatif lebih terjangkau.
Pasokan dari sejumlah daerah, seperti Basarang, Gambut, hingga Anjir, juga masih berjalan lancar.
"Namun, kelancaran distribusi belum mampu meredam dampak kenaikan harga terhadap aktivitas jual beli," katanya.
Pedagang ini mengaku omzetnya turun sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari.
Ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog di tingkat pengecer juga masih terbatas.
Seorang perajin kerupuk di Palangka Raya mengaku kenaikan harga tepung tapioka dari Pulau Jawa membuat biaya produksi membengkak.
Harga tepung yang sebelumnya sekitar Rp 80 ribu per lima kilogram kini menjadi Rp 125 ribu.
Akibatnya keuntung kerupuk yang dipasarkan di Pasar Besar dan sejumlah pedagang menurun.
Meski permintaan tetap, kenaikan harga bahan baku membuat ruang keuntungan semakin sempit.
Persoalan lain muncul sebagian pedagang pengecer macet melalukan pembayaran
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan modal untuk membeli bahan baku dan membiayai produksi berikutnya.